[Analisis Ngaco] Korelasi Antara Cabe-Cabean dan Indonesia yang Lebih Makmur.

Cuma salah satu dari sekian hal random yang tiba-tiba terlintas di pikiran, berbentuk postingan pendek lepas dan mungkin gak akan berguna buat kalian...

Bagian 8

Karena ngeliat tweet temen yang ngeshare link postingan dari blognya, gue pun sadar kalau ternyata postingan terakhir di blog ini dibuat tanggal 16 Desember 2015. Itu berarti.. udah sekitar 4 bulan lebih gue absen bikin postingan.

Alasannya sih sederhana, saat itu gue lagi sibuk belajar hal-hal yang baru. Seperti belajar menahan hawa nafsu, belajar ilmu ikhlas, dan lain sebagainya. Sehingga gue jadi gak punya waktu luang untuk bikin postingan.
.
.
.
.
.
Nah, i'm kidding. because the fact is..

Sekitar 5 bulan lalu, gue mulai baca satu novel chicklit terjemahan yang menurut beberapa review isinya lucu. Tapi karena terjemahannya agak ngaco, lawakan-lawakan di dalamnya jadi terkesan "tanggung", dan gue males ngelanjutinnya. Sebagai Virgo, gue gak biasa lanjut ke novel lain sebelum satu novel selesai dibaca. Alhasil, sejak saat itu gue stuck di satu buku dan gue jadi kesulitan buat ngembangin ide postingan yang udah gue simpan di draft.


Kampret!

***

Di sisi lain.. sebagai seorang penerus bangsa yang peduli akan dunia sekitar, gue selalu mengisi waktu luang untuk mengamati. So di postingan kali ini, gue akan mempublikasikan tentang salah satu hasil pengamatan gue yang sangat penting. Dilengkapi dengan beberapa fakta menarik dan juga rumus-rumus matematika yang sangat rumit. Semoga kiranya ada hal-hal positif yang teman-teman bisa ambil.

Topik pengamatan gue adalah tentang........................ cabe-cabean.

Menurut Wikipedia, kata tersebut awalnya ditujukan untuk sekumpulan cewek "nakal" berpakaian minim + make up yang gak manusiawi. Bukan.. Mereka dicap nakal bukan karena suka manjat pager buat nonton konser Slank gratisan. Mereka dicap "nakal" karena konon cewek-cewek ini suka dijadikan objek taruhan di arena balap liar.

Ya, emang sih terdengar negatif. Tapi dari hal itu, gue malah kepikiran "ada gak ya hal positif dari para cabe-cabean?"
.
.
.
.
.
dan ternyata ada!

Mari kita analisis bersama-sama.. salah satu hobi cabe-cabean adalah berboncengan tiga orang di satu motor. Jika dilihat dari sudut pandang lain, maka hobi ini sebenarnya bentuk lain dari penerapan aturan 3 in 1 di kota-kota besar. Sehingga jelas hobi ini memiliki manfaat, yaitu dapat mengurangi macet.

Tapi itu belum seberapa, karena kalau kita amati lebih jauh lagi, maka yang mungkin terjadi kurang lebih akan seperti ini :

Cabe-cabean boncengan tiga orang  macet berkurang  emosi pengguna jalan berkurang  persentase penderita penyakit darah tinggi & stroke juga ikut berkurang  warga Indonesia menjadi lebih sehat.


ATAU


Cabe-cabean boncengan tiga orang  macet berkurang  waktu tempuh setiap orang ke suatu tempat jadi lebih cepat  konsumsi BBM ikut berkurang  jumlah minyak yang diimpor ke Indonesia juga (harusnya) ikut berkurang  menghemat APBN  APBN bisa dialihkan ke bidang lain seperti pertanian, pendidikan, pembangunan, dll  Indonesia menjadi negara yang lebih makmur.

See? ternyata ada korelasi antara hobi sekelompok cabe-cabean dengan Indonesia yang lebih sehat dan lebih makmur. Gokil! 

Kesimpulan : selalu ada hal positif yang bisa kita ambil dari hal paling negatif sekalipun. Tinggal bagaimana cara kita menyikapinya. *senyum ganteng*

Catatan : Buat yang berharap ada rumus-rumus rumit seperti yang gue bilang di pertengahan postingan, maaf... jangankan rumus rumit, nyari luas segitiga aja gue kadang lupa dibagi dua. :")
.
.
.
.
.
Oh ya sedikit out of topic, berhubung postingan ini ada kaitannya dengan pengendara motor, gue punya satu info penting nih...

Cara ampuh menghindari pengendara motor ibu-ibu
---------
Aku-aku dari Crash Bandicoot! (Wiki) (Sumber : Instagram)


Baca juga :