Rendy dan Empedu Ikan.

Mungkin ada benarnya juga kalau inspirasi bisa datang kapan saja dan darimana saja. Karena sekitar seminggu yang lalu, gue dapet ide buat postingan kali ini ketika nyokap lagi ngeluarin isi dalem perut ikan mas di dapur.


Ikan Mas
Ini namanya ikan mas, in case diantara kalian ada yang belum tau. FYI, ikan mas ini gak ada hubungan darah sama sekali dengan keong mas yang ada di TMII.

Well, ini adalah cerita ketika gue masih kelas 3 SD. Saat itu gue dan teman-teman seumuran emang masih polos-polosnya. Bahkan karena saking polosnya, kalau waktu itu ada yang jual batu apung terus dibilang batu bacan pun gue mungkin bakal percaya. Tapi sayang, saat itu harga batu bacan belum semahal sekarang. Apalagi kalau batu bacan jenis doko atau palamea, yang katanya bisa berubah warna dan punya khasiat tersendiri. Menurut artikel yang gue pernah baca, harga 1 ons batu bacan paling mahal yang pernah terjual harganya sampai Rp 700 juta. Entah ini termasuk keren atau malah lebay, tapi satu hal yang pasti...

...

...

INI KENAPA MALAH JADI BAHAS BATU BACAN SIH? Skip...

Jadi ketika gue kelas 3 SD, gue ikut les di rumah wali kelas. Karena jaraknya yang gak begitu jauh, gue selalu berangkat jalan kaki bareng sahabat gue. Sebut saja namanya Rendy. Gue sama Rendy bersahabat dari kecil. Kita berdua sekolah di TK yang sama, ngaji di tempat yang sama, dan saat itu... kita juga lanjut ke SD yang sama.

Disuatu pagi yang cerah, seperti biasa, hari itu adalah jadwal gue dan Rendy les. Seperti biasa juga, Rendy nyamper ke rumah gue sejak pukul 7 pagi, lebih cepat satu jam dari jadwal kita berangkat. Iya, gue dan Rendy emang punya ritual khusus setiap pagi. Kita selalu nonton Spongebob bareng di rumah gue. Saat itu, semua berjalan seperti seharusnya. Sampai akhirnya sekitar 30 menit kemudian, acara Spongebob pun selesai. Gue memilih untuk memakai sepatu dan siap-siap untuk berangkat, sedangkan Rendy secepat kilat keluar dari rumah gue, seperti seorang penjaga parkir Alfamart yang ngeliat pengunjung mau pulang dengan motor atau mobilnya.

Di depan rumah, Nyokap lagi beli ikan mas di tukang ikan keliling langganan ibu-ibu komplek rumah gue. Sesaat kemudian...

Gelembung Renang Ikan Mas
Ini namanya gelembung renang ikan mas. Bukan balon anti hamil yang ditiup. (sumber gambar : google)

Rendy : "HADUH TANTE... MINTA AIR DOOONG. PEDIH BANGET NIH MATA RENDY!!" seru Rendy dengan heboh.
Nyokap : "Itu nyalain aja sendiri, keran airnya di samping pager, Ren."

Setelah ngambil belanjaan ikan yang baru di pesan. Nyokap langsung nyamperin Rendy yang lagi ngebasuh matanya di keran.

Nyokap : "Emang mata kamu kenapa, Ren?" kata Nyokap gue panik.
Rendy : "Ini tante, tadi kan disitu ada kaya balon-balonan gitu (baca : gelembung renang ikan mas yang kaya gambar di atas), nah Rendy tusuk-tusuk pake lidi. Terus sama itu yang ijo-ijo di sampingnya Rendy tusuk-tusk juga. Abis itu muncrat deh ke mata. Pedih banget nih tante..."
Nyokap : "Yang ijo-ijo? Maksud kamu empedu?"
Rendy : "Iya, Tante." 
Nyokap : "Yaa.. lagian siapa suruh empedu ikan kamu tusuk-tusuk!" 

kata Nyokap gue dengan tatapan seolah pengen bilang.....
.
.
.
.
.
.
YAA... LAGIAN SIAPA SURUH KANTONG T*AI KAMU TUSUK-TUSUK!! KAN JADINYA MUNCRAT KE MATA!!!

---
Update : Setelah googling, ternyata isi dari kantung empedu adalah cairan hijau tua yang berguna untuk memecah lemak, bukan cairan eek.
Previous
Next Post »

0 Komentar