Time Flies.

Time Flies

Beberapa minggu yang lalu, pukul 2 malam, gue masih asik di depan laptop demi ikut preorder buku Koala Kumal-nya Raditya Dika. Karena terlalu banyak yang mengakses belikoalakumal.com dalam waktu yang sama, situs itu pun overload, dan membuat gue harus ngerefresh secara berulang-ulang setiap 5 detik. Tapi ternyata, hasil akhir gak pernah mengkhianati sebuah perjuangan, karena akhirnya gue pun jadi salah satu dari 2100 orang yang dapet kaos dan tanda tangan sebagai bonus pembelian buku tersebut.

Beberapa hari setelahnya, buku Koala Kumal sampai dengan selamat ke rumah gue. Tapi, karena saat itu gue belum selesai baca buku Bepe20 : PRIDE, alhasil gue pun baru sempat baca buku itu beberapa hari yang lalu. Di buku yang ke-7 ini, Raditya Dika mencoba mengangkat premis tentang hal-hal yang dulu kita rasa nyaman. Tetapi setelah kita tinggalkan dan kembali lagi, ternyata semuanya terasa berbeda. Sebagian besar isi dari buku ini menceritakan tentang pertemanan hingga percintaan. Semuanya ditulis dengan gaya tulisan yang sama dengan buku-buku sebelumnya, yaitu komedi pakai hati.

Saat gue baca bab pertama dari buku ini, gue langsung setuju sama salah satu kalimat yang ada di sana. Kalimatnya kira-kira begini :
Kadang gue berpikir, banyak kegiatan masa kecil yang seru untuk dilakukan ketika kita masih kecil, tetapi ketika kita udah besar, malah jadi gak seru.
Dari kalimat itu, pikiran gue langsung berputar jauh ke masa dimana gue masih polos-polosnya. Hingga akhirnya gue teringat dengan beberapa hal kampret yang dulu sering gue lakukan, tapi setelah gue beranjak besar dan menjadi pria seutuhnya seperti sekarang ini, semuanya jadi gak seru lagi.

So, here they are~

1. Makan disuapin sambil keliling komplek.

Dulu, saat gue masih berumur sekitar 4 tahun, gue paling susah kalau disuruh makan. Mungkin bakat seorang super model yang makannya cuma sedikit itu udah ada dalam diri gue sejak kecil. Alhasil, nyokap gue pun mencari cara agar gue mau makan. Iya, cara yang paling ampuh adalah dengan nyuapin makan sambil keliling komplek. Lagian dengan cara begini, ada dua hal yang bisa didapat dari seorang ibu rumah tangga. Yang pertama, anak jadi mau makan. Yang kedua, si ibu rumah tangga tadi jadi selalu up to date soal gosip yang ada di setiap gang. Cerdas...

Tapi ada satu hal agak gak nyambung setiap kali gue disuapin makan sama nyokap, yaitu menu andalannya. Jadi setiap sore gue bakal keliling komplek dengan menu wajib berupa nasi, sayur dan es krim.

Iya, makan nasi pakai es krim......

Konon katanya karena saking susahnya gue saat disuruh makan, nyokap pernah bikin semacam perjanjian : kalau gue bisa ngabisin makanan tersebut, maka nyokap akan membelikan es krim Wall's pelangi kesukaan gue. Tapi sayangnya, tukang es krim kampret itu selalu lewat depan rumah ketika gue lagi disuapin makan keliling komplek. Alhasil, hampir setiap sore juga gue selalu makan nasi pakai es krim. Gak nyambung...

2. Mandi di luar, sambil nyuci sepeda.

Hal absurd kedua yang sering gue lakukan saat masa kecil adalah mandi di halaman depan rumah. Biasanya dengan bermodalkan sebuah ember item anti pecah, sebuah gayung dan selang air, gue akan tiduran di bak mandi tersebut. Serasa mandi di bath tub!

FYI, halaman rumah gue gak terlalu besar. Jadi kalau ada tetangga yang dateng ke rumah saat gue lagi mandi di halaman. Maka hampir bisa dipastikan bahwa ia akan melihat sebuah anak burung gereja yang gak bisa terbang punya gue. 

Alasan gue mandi di halaman rumah sih sebenernya sederhana, biar bisa sekalian nyuci sepeda. Karena seringkali ketika gue nyuci sepeda, baju dan celana gue akan ikut basah. Alhasil, daripada gue masuk ke dalam rumah, bikin becek lantai dan akhirnya diomelin sama nyokap. Ya, mending sekalian aja gue mandi di luar. Sungguh sebuah perpaduan antara seorang anak yang gak mau ngerepotin orang tua dengan seorang anak yang gak tau malu.

Gak kebayang juga sih kalau sekarang, diumur gue yang ke 20 ini, gue masih mandi di halaman rumah. Bisa-bisa gue dibakar warga karena dianggap mengganggu kenyamanan mereka. Syiit...

3. Foto pake gaya Saras 008.

Buat anak 90-an pasti tau dong film Saras 008. Sebuah film tentang super hero Indonesia, dengan tokoh utama seorang cewek yang punya kekuatan seperti seekor kucing. Saat masih kecil, gue termasuk salah satu orang yang ngefans banget sama sisi kepahlawanan Saras 008. Gue bahkan hampir gak pernah absen nonton dari episode awal sampai akhir film ini.

Tapi ternyata, setiap hari nonton film Saras bikin gue punya masa kecil yang absurd. Iya, gue suka banget foto pake gaya andalan Saras 008...

Buat yang lupa gimana gaya kucing belum akil baligh yang biasa dipakai Saras 008, nih gue kasih liat!

Saras 008
Bukan deng, bukan gaya kaya kucing kelebihan hormon testosteron begini... -____-
Tapi gaya yang begini nih!

Saras 008
Gak kebayang kan gimana anehnya gue kalau foto pakai gaya kaya di atas ini? Sama, gue juga males ngebayanginnya. 

Sekarang gue harus bersyukur karena gaya ini gak lagi gue pakai ketika gue foto. Karena akan menjadi sangat absurd ketika foto KTP atau foto buku tahunan gue pakai gaya ini. -____-

4. Makan bareng temen samping rumah.

Mungkin dulu, saat gue masih kecil, ini merupakan hal yang sangat menyenangkan. Bisa makan bareng berdua sama temen gue, walaupun cowok. Lagi-lagi, ini merupakan salah satu cara nyokap karena gue susah kalau disuruh makan.

Tapi, setelah sekarang gue tumbuh dewasa dan menjadi seorang laki-laki yang mirip Herjunot Ali versi sering main panas-panasan, gue jadi mikir "kok jijik banget ya kalau gue lakukan hal itu sekarang." Gimana nggak, ada dua orang cowok... makan bareng sambil curhat / nonton film... dengan jadwal tempat makan gantian antara rumah gue dengan rumah temen gue. Duh...

5. Nyari ikan di got.

Ikan Cere dan Ikan Guppy
atas : ikan Cere, bawah : ikan Guppy.

Kalau kadar gaul seorang anak itu dinilai dari seberapa sering dia nyebur ke got untuk nyari ikan cere dan ikan guppy, maka gue akan menyandang status anak paling gaul di sekitar komplek rumah. Karena dulu, hampir setiap pulang ngaji, gue akan turun ke got buat berburu ikan tersebut. Dan setiap pulang ke rumah pula gue akan diomelin sama nyokap karena baju muslim gue akan kotor. Syiit...

Tapi, sampai sekarang gue juga masih bingung, entah apa yang bisa dibanggakan dari melihara ikan cere dalam sebuah akuarium...... Gak kebayang juga kalau sekarang gue balik lagi ke got untuk ngelakuin hal ini lagi. Bisa-bisa nyokap sedih karena berpikir anaknya punya banyak pikiran dan masalah. -____-

***

Nah, itu dia kegiatan-kegiatan absurd yang pernah menghiasi masa kecil gue. Sesekali gue emang kangen dan pengen ngelakuin hal itu lagi, tapi kadang gue juga malu sama hasil sunat gue. Karena gak mungkin aja diumur yang ke 20 ini, gue masih disuapin keliling komplek sama nyokap sambil makan es krim, atau mungkin mandi di halaman depan rumah lagi.

Semakin gue mencoba mengingat itu semua, semakin gue sadar kalau ternyata waktu berputar dengan begitu cepatnya. Waktu 20 tahun ternyata udah menyimpan begitu banyak keseruan yang mungkin gak ternilai. Gue juga semakin sadar kalau ternyata banyak kegiatan masa kecil yang seru untuk dilakukan hanya ketika masih kecil aja. Karena ketika gue udah besar seperti sekarang, kegiatan-kegiatan itu malah jadi gak seru, atau malah akan terlihat aneh kalau gue lakukan lagi. Sehingga akhirnya hal yang bisa gue lakukan hanyalah menuliskannya, sebagai bahan buat nostalgia suatu hari nanti.

Kalau mengutip kata-kata dari Michael Altshuler : The bad news is time flies, The good news is you're the pilot.

Time Flies

So, apa aja kegiatan masa kecil kalian yang seru, tapi sekarang udah gak seru lagi kalau dilakukan? Share di kotak komentar ya!~
Previous
Next Post »

0 Komentar